Mudik, Tradisi atau Sekedar Ikut-Ikutan?

Hari Raya Idul Fitri 1434 H hanya tinggal menghitung hari…di berbagai media mulai menayangkan berita mengenai arus mudik dan arus balik dari H-7 hingga H+7…

Terkadang saya berpikir, mengapa masyarakat negara ini sangat menyukai pulang kampung pada saat Lebaran, keharusankah? atau hanya merupakan ajang pamer harta, pekerjaan dan status sosial dengan kerabat lainnya? Oh ya sebagian besar menjawab bahwa pada saat Lebaran semua keluarga berkumpul untuk silaturahim…atau ada sebagian lain menjawab bahwa THR alias “uang lebih” didapatkan saat lebaran hingga bisa pulang kampung pada saat itu….atau malah hanya menjawab “yah,sudah tradisinya begitu, jd ikutan sajalah”…

Padahal bila ditilik waktunya, libur lebaran lebih kurang hanya seminggu, tapi TIDAK bagi karyawan swasta (kalo PNS ga usah ditanyalah..) yang merupakan waktu yang sangat tidak ideal untuk pulang kampung apalagi bagi banyak perusahaan tidak membolehkan karyawannya mengambil cuti saat Lebaran sehingga paling banyak libur hanya 4 hari saja…so, jika ada waktu diluar lebaran untuk mengambil cuti kenapa tidak digunakan untuk pulang kampung?

Bagi yang berpendapat bahwa mudik karena dapat THR, maka apakah tidak bisa uang THR nya digunakan di bulan berikutnya untuk (disimpan dahulu)? apakah uang tersebut harus dihabiskan saat itu juga? atau karena dapat uang THR lalu bisa membeli barang baru yang bisa dijadikan alat menaikkan status sosial seseorang?yah, mungkin saja…

Hum, OK bagi yang menjawab bahwa lebaran adalah ajang kumpul keluarga, kenapa saat yang lain tidak bisa kumpul? apakah setiap hari harus bekerja tanpa ada libur sama sekali (bahkan di hari minggu)? Apalagi bila ternyata tinggal di kota yang sama (paling tidak propinsi yang sama) maka bila salah satu yang berasal dr luar propinsi datang, bisa kan dibuat acara kumpul bareng? Oh, tidak, karena kalau kumpul hari biasa tak ada baju baru, mobil baru ataupun sesuatu yang bisa dipamerkan..hufft..

Jadi apa sebenarnya makna MUDIK?

image from suaramerdeka.com

Be Sociable, Share!

One thought on “Mudik, Tradisi atau Sekedar Ikut-Ikutan?

  1. Meski demikian, menarik untuk mencermati bahwa kebiasaan masyarakat Indonesia melakukan perjalanan mudik saat Lebaran, ternyata tanpa perencanaan biaya dan sekedar ikut-ikutan dari orang lain. Mau tahu? Mari kita simak ulasan berikut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *