Menuju Pernikahan (Bagian 1) : Lamaran…

Dengarkanlah…Wanita Pujaanku…
Malam ini akan kusampaikan…
Hasrat Suci..Kepadamu Dewiku…
Dengarkanlah Kesungguhan ini….

Aku Ingin..Mempersuntingmu..
Tuk yang pertama dan terakhir…

—-

Saya suka berkhayal tentang bagaimana calon suami akan melamar saya misalnya dia melamar dengan mengajak saya dinner romantis plus dikasi cincin yang ditaro dalam cake…(hayaah..kebanyakan nonton film romantis nih..)

Suatu malam saat telpon-telponan (maklum kita LDR) tiba2 mas menyanyikan lagu Janji Suci milik Yovie & Nuno, lalu saya menanyakan ada apa dengan lagu itu dan dia bilang suka…trus suatu saat mas juga pernah menulis di wall facebook saya lagu From This Moment milik Shania Twain…(ah jadi terharu mengingatnya,padahal mas tergolong agak cuek walaupun kadang juga romantis…)

—-

INTERMEZZO :
Saat saya sudah menyelesaikan skripsi, saya mengabarkan bahwa saya akan diwisuda akhir november, tapi mas gak kasih komentar apapun padahal saya berharap dia datang menemani saya wisuda..tapi saya juga lumayan ngerti karena kesibukan kerjanya kan gak mungkin mas ambil cuti hanya untuk wisuda saya karena dia udah sempat cuti seminggu untuk mengurus surat2 nikah…

Tiba- tiba malam sebelum wisuda dia telpon kasih kabar kalo dia udah di jogja dan akan datang menemani saya wisuda..waah..senangnya saya kala itu yang sedang gak mood mau wisuda besok karena sedang sakit…
Akhirnya pagi wisuda, dia datang langsung ke kampus, dan malamnya dia mengundang saya dan keluarga untuk bertemu keluarganya…

—-

Malam saat mas datang menjemput saya dan keluarga ke hotel lalu kamipun menuju rumah kakaknya di kawasan Jombor, Sleman. Saya berpikir kalau malam ini hanya pertemuan keluarga biasa seperti pertemuan sebelumnya (ya, keluarga kami sudah beberapa kali bertemu)

Saat sampai disana pun saya masih asyik ngobrol dengan keponakan dan adik saya saat tiba-tiba saya dipanggil ke ruang tamu untuk duduk diapit orangtua saya..(saya langsung deg2an..kok suasana berubah semi formal begini?)
Ternyata malam itu saya dilamar secara resmi langsung oleh kedua orangtua mas (sebenarnya ini lamaran kedua, karena lamaran pertama dilakukan melalui telepon sehabis lebaran lalu, mengingat jarak Duri – Jogja yang sangat jauh..hehehe) Wah, ternyata dilamar secara langsung itu bikin deg2an banget dan keringet diingin plus bikin saya yang sehari-hari cerewet bisanya cuma angguk2 ga jelas…
Alhamdulillah, acara formal usai dan suasana pun kembali cair…(cie, sekarang udah resmi jadi calon istrinya mas..uhuy..)

Dalam acara lamaran ini memang sudah disepakati tidak ada acara tukar cincin (karena saya kurang suka status bertunangan) lalu disepakati juga kalo seserahan akan dilangsungkan sehari sebelum akad nikah yaitu saat keluarga besar mas hadir ke rumah saya di Duri…yeay..

—-
INTERMEZZO (LAGI):
Status sebagai mahasiswa sudah berakhir, diganti jadi pengangguran dan akhirnya saya masih sakit jadi saya memutuskan segera kembali ke rumah dan meninggalkan Jogja….(hiks, sedih juga ninggalin status anak kost)

Be Sociable, Share!

One thought on “Menuju Pernikahan (Bagian 1) : Lamaran…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *